Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta
 Adminwarta,    26 Juni 2020 Warsimah, Ajang Kreatif Warga Gunungketur Hadapi Pandemi
Warsimah, Ajang Kreatif Warga Gunungketur Hadapi Pandemi

Pandemi Covid-19 tidak menghalangi warga Kelurahan Gunungketur untuk tetap saling peduli dan berbagi. Warung Edukasi Omah Kreatif Loedji 16 atau lebih akrab disapa “Warsimah” menjadi bukti kreatifitas sekaligus solidaritas warga.

“Warsimah adalah program gabungan Dapur Paguyuban Kuliner Omah Kreatif dengan Relawan Mengajar Dampak Pandemi Covid-19,” ucap Santi Perwakilan Omah Kreatif, Jumat (26/6/2020) saat peresmian Warsimah.

Warsimah bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19, menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak, serta mendukung program pemerintah gandeng-gendong.

“Karena sejak ada wabah ini memang banyak warga yang bahkan kehilangan pendapatan, orang tua juga mengaku kesulitan mendampingi anaknya belajar secara daring, Warsimah hadir untuk mengurai masalah ini,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sasaran dari kegiatan tersebut adalah pelaku UMKM, masyarakat umum, anak-anak, mahasiswa komunitas dan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dikatakan, secara garis besar fokus Warsimah adalah Dapur Yu Limah yang berfokus memberikan edukasi dan pendampingan kepada UMKM, selain itu juga melakukan pendampingan kepada anak-anak selama belajar daring melalui Pakde Kofit.

“Juga ada pengembangan soft skill dan berbagai invitasi seperti kreasi ikat celup, kreasi daun, bercocok tanam dan budidaya lele,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyambut ide kreatif warga Gunungketur tersebut. “Ini langkah supaya ekosistem kreatif yang terbangun saat ini lebih kuat dengan berkegiatan di omah kreatif ini,” ucapnya.

Pihaknya optimis Warsimah bisa menjadi salah satu ikon Kota Yogyakarta terutama dengan produk kaos lukis yang dihasilkan dari kegiatan yang sudah ada di sini.

“Kaos lukis bisa menjadi ciri khas kalau bisa dikembangkan secara konsisten bisa juga menjadi ikon Kota Yogyakarta seperti kaos batik yang ada di taman sari,” jelasnya.

Namun begitu, Heroe berharap semua produk yang dihasilkan dari Warsimah bisa dipasarkan secara maksimal dengan memanfaatkan media sosial, karena Ia menilai itu menjadi bagian yang sangat penting.

“Warsimah sudah menerapkan prinsip 5K gandeng gandong namun yang belum ada adalah bagian pemasaran produknya, semua orang harus tahu dulu tentang Omah Kreatif Loedji 16,” imbuhnya.

Terkiat hal itu, Heroe juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong pemasaran produk kreatif dengan dibangunnya pasar kreatif yang berada di lantai atas pasar prawirotaman.

“Ini sudah kita siapkan pasarnya karena inilah potensi yang kita miliki, namun karena ada Covid-19 maka harus menyesuaikan dulu,” jelas Heroe.

Ia berharap solidaritas dan gotong royong terus mewarnai warga Kota Yogyakarta terutama saat menghadapi Pandemi Covid-19.

“Resep Yogyakarta dalam menghadapi setiap masalah adalah dengan melibatkan masyarakat. Yogyakarta bisa eksis karena semua hal dihadapi bersama sama, itu yang tidak bisa digantikan orang lain,” paparnya. (Tam)


  (30 nilai)
Pencarian
Agenda Akan Datang

Maaf, belum ada agenda untuk bulan ini

Agenda Rapat

Maaf, belum ada agenda rapat untuk saat ini

Statistik Pengunjung
Hari Ini Kemarin Bulan Ini Tahun Ini Total Pengunjung
Lokasi Kantor

Segera Terpetakan

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)
Kota Yogyakarta

NO2

O3

CO

SO2

PM10


Kosentrasi PM 2.5 per Jam

Tautan Terkait