WALIKOTA BUKA JOGJA FAIR 2007 DI JEC

Jogja Fair 2007 dalam rangka memperingati 251 tahun Kota Yogyakarta dibuka Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto, bertempat di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu ( 24/11).
Ketua Umum HUT Kota Yogyakarta, KRMT Indro Klimping Suseno, SH  mengatakan Pameran yang diselenggarakan hingga 2 Desember 2007 ini merupakan pameran multi produk terbesar, terlengkap dan terluas di Yogyakarta dan diharapkan akan menjadi sebuah ikon Jogjakarta dimasa  akan datang. Hendro mengatakan untuk  pertama kali Jogja Fair dikemas dalam sebuah format Sekaten yang menampilkan  produk-produk moderen seperti mobil, motor dan peralatan elektronik dipadu dengan permainan –permainan rakyat.
Selain itu, akan ada talk show di Panggung Kraton,  menampilkan Gembong Daruniningrat dan Walikota Yogyakarta. tanggal 28 November 2007.  Panitia juga akan menampilkan Tommy Pratama seorang promotor kelas I Indonesia yang telah  menghadirkan group musik besar internasional seperti Bon Jovi, Megadeath, dan The Purpel. Jogja Fair juga akan menampilkan berbagai macam kesenian Jawa, Bali, Jawa Barat, Banyumas, termasuk kesenian ensambel dan kethoprak yang akan dimainkan oleh para defabel dari Yakkum Yogyakarta. Sedangkan untuk masyarakat umum, di Panggung Kampung Jogja  setiap malam akan dipentaskan Never Ending Dandut dan band anak muda.
Sementara itu, Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto mengatakan setiap kali merayakan  ulang tahun khususnya dalam merayakan ulang tahun Kota Yogyakarta, pertama yang harus dipikirkan adalah nilai kontempelasi dan refleksi dari perjalanan sebuah kota,  melalui  penyatuan dan pengkristalan asa dan cita.
Dikatakan, hari ulang ahun Kota Yogyakarta selalu diberi tema. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan arah mana yang akan  ditempuh kota Yogyakarta ke depan. Kegiatan   HUT ke-251 Kota Yogyakarta, seperti penanaman pohon, peresmian berbagai sarana prasarana, karnaval , kethoprak kolosal, dan ketoprak yang rencananya akan dimainkan Walikota, DPRD dan bebepa anggota Muspida pada tanggal 2 Desember 2007 nanti, sudah cukup lengkap mewakili rangkaian acara  fisik maupun non-fisik termasuk perekonomian.
Dikaitkan  dengan perekonomian,  Jogja Fair merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju perkembangan kota  ke depan.  menurut Walikota, peran swasta sangat diperlukan  untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah dalam menangkap peluang-peluang ekonomi dan sekaligus mengembangkan peluang tersebut menjadi  lokomotif  perekonomian di kota Yogyakarta.untuk kota di Jawa Tengah bagian selatan.
Ditambahkan, orang yang berbelanja secara retail di kota Yogyakarta bukan saja penduduk kota Yogyakarta tetapi sebagian besar  wisatawan yang datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Tradisi belanja semacam ini adalah sebuah ritual.  Ke arah utara sampai ke Magelang, Wonosobo, Temanggung. Ke Barat sampai ke Purwokwerto, dan Cilacap. Ke Timur  sampai di Sragen dan Madiun. Secara rutin mereka lakukan di akhir bulan atau akhir minggu. Potensi ini harusnya  ditangkap. Mudah-mudahan pameran seperti ini dipromosikan ke wilayah wilayah itu” ungkap Walikota. Walikota berharap pameran yang dikemas dalam Jogja Fair ini mampu menjadi agenda masyarakat Jawa Tengah Selatan.   Kegiatan  yang dihubungkan dengan ulang tahun kota Yogyakarta ini, akan  menjadi cikal bakal event tetap tahunan dan  bermanfaat bagi swasta maupun  pengembangan usaha di kota Yogyakarta.
Selain itu, Jogja Fair diyakini  akan mampu menjadi even pariwisata menarik dengan target “what to buy” (apa yang dapat dibeli), sehingga perekembangan perekonomian berjalan dengan baik dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.(@mix)