PENGRAJIN PERAK MINTA PEMERINTAH HAPUSKAN PPN

Pengrajin perak yang tergabung dalam Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta (KP3Y) meminta Pemerintah Indonesia dalam hal ini Menteri Keuangan untuk menghapuskan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam pengadaan bahan baku perak karena dianggap memberatkan pengrajin yang mengakibatkan jumlah produksi menurun. Demikian hal ini diungkapkan Sutojo, Ketua KP3Y saat berhadapan dengan rombongan anggota DPD RI yang mengadakan kunjungan kerja di Kotagede, Senin, (26/11) Kunjungan kerja  Anggota DPD RI ini dipimpin oleh Anggota DPD RI dari Propinsi DIY Hafids Azrom, didampingi oleh Wakil Walikota Yogyakarta, H Haryadi Suyuti, Kadinas Peridagkop DIY, Syahbenol Hasibuan, dan Kadinas Perindagkop Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya ”Dengan pengenaan PPN ini mengakibatkan penurunan produksi yang sangat drastis, karena harga bahan baku menjadi lebih mahal, ditambah kalah bersaing dengan pengrajin luar negeri yang pembelian bahan bakunya tidak dikenakan PPN, untuk itu kami meminta pemerintah menghapuskan PPN tersebut” Kata Sutojo.
Sutojo menjelaskan, pada saat kondisi baik kebutuhan bahan perak di Kotagede mencapai 4 Kwintal per bulan, sementara saat ini kurang  1 kwintal/bulan, hal ini disebabkan pula karena kompetitor kerajinan perak di luar negeri telah berkembang pengadaan bahan baku perak tidak dikenakan PPN.
”Hal inilah yang mengakibatkan industri perak di Kotagede bahkan Indonesia kalah berkompetisi harga dengan pengrajin luar negeri.” tambah Sutojo. Permintaan pengrajin perak kepada pemerintah ini untuk menghapuskan PPN didasarkan pula pada kebijakan pemerintah tidak mengenakan PPN pada bahan baku perak yang dijual ke luar negeri.
Sementara itu anggota DPD RI dari DIY Hafids Azrom mengatakan, persoalan perak khususnya pengenaan PPN pada pengadaan bahan baku perak merupakan aspirasi pengrajin yang harus disampaikan ke Pemerintah Pusat, ”Aspirasi ini akan kami diangkat ke tingkat nasional supaya Menteri Keuangan dan juga Dirjen Pajak mempertimbangkan kembali penghapusan PPN ini” kata Hafids Azrom.
Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta H Haryadi Suyuti mengatakan, Pemkot mengucapkan terima kasih atas perhatian DPD RI terhadap persoalan perak yang dialami pengrajin, harapannya dengan perhatian ini, pengrajin bisa lebih berkompetisi di waktu mendatang. Wawali menjelaskan pula kunjungan anggota DPD RI ke Kotagede ini merupakan manfaat nyata dari keterwakilan DIY di DPD RI sehingga para anggota DPD RI bisa tahu segala persoalan yang dihadapi pengrajin perak Setelah mengadakan kunjungan ke Sentra Perak Kotagede, rombongan DPD RI juga akan mengunjungi sentra kerajinan batik, gerabah dan kerajinan kulit di wilayah bantul.