WALIKOTA BUKA SARASEHAN ALIRAN SESAT

Sejak bangsa ini memproklamirkan sebagai bangsa Indonesia, maka tugas
pemerintah dan negara adalah bagaimana menjaga keutuhan bangsa. Tetapi
setelah 62 tahun merdeka, isu sara ternyata masih menjadi pekerjaan rumah
kita. Tidak  hanya bicara agama bahkan isu sara kadang-kadan masih
bicara soal etnik, kesukuan bahkan berkembang isu sara sebagai isu politik
dalam arti sara yang dipolitisasi atau sebaliknya politisasi yang seolah
sebagai dogma yang tidak kalah dengan agamanya. Demikian diungkapkan
Walikota Yogyakarta, saat memberikan pengarahan dalam Sarasehan Aliran
Sesat yang diselenggarakan oleh MUI Kota Yogyakarta di Aula Kandepag Kota
Yogyakarta, Sabtu ( 1/12 ).

Lebih lanjut Herry Zudianto, adanya gejala-gejala aliran sesat ini karena
pemahaman yang sepenggal-penggal  atau hanya sepotong-potong dan kemudian
dideklarasikan sebagai sesuatu yang benar dan yang lebih bahaya lagi
adalah sikap ekslusivitasnya yang kemudian bisa berkembang menjadi isu
sara.

Untuk itu Walikota Yogyakarta menyambut baik adanya sarasehan yang
bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kriteria aliran
sesat kepada tokoh umat islam. Diharapkan Walikota setelah diberikan
kriteria dan pemahaman aliran sesat  yang tidak kalah penting adalah
bagaimana kita mampu mencegah.  Menurut Walikota lebih baik mencegah
daripada menindak. Diharapkan pula organisasi massa maupun  agama juga
harus refleksi, kenapa sampai timbul aliran sesat.

Walikota mengatakan selama ini membaca tulisan di media yang ditulis soal
pertobatan, belum ada yang bersifat analisis.  Seperti siapakah mereka,
kenapa mereka bisa seperti itu, dan bagaimana cara penyebarannya serta
dimana tempat penyebaran itu. Kalau dilihat dari pemeluknya juga beragam
ada yang tua, pemuda bahkan mahasiswa.  Oleh karena itu, dakwah perlu
disesuaikan dengan pemasaran, yaitu pemasaran kepercayaan bahwa itu suatu
kebenaran dari ayat Allah SWT. Untuk itu setelah kita tahu pemahaman,
kriteria  harus kita gali siapa mereka , kenapa itu bisa dan bagaimana
penyebarannya. Dari situ kita bisa tahu titik lemah yang harus diperbaiki,
metodologi dakwah yang perlu kita benahi. Sehingga kalau sudah bisa kita
ketahui strategi mereka dapat kita atasi sehingga aliran sesat tidak
berkembang.