Pemasaran Digital Jadi Solusi UMKM Bertahan

Wabah pandemi memberikan dampak lesunya ekonomi global. Berbagai sektor usaha menghadapi permasalahan pelik, misalnya seperti turunnya penjualan. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan contoh lini usaha yang terhempas keras. Para pemilik usaha UMKM diharuskan berpikir ekstra dan melakukan inovasi agar dapat bertahan. 

Emy Indaryati, selaku Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta mengatakan agar UMKM harus kreatif mengatur strategi. “Supaya bisa bertahan, strategi harus dipikirkan masak-masak supaya penjualan tetap dapat berjalan,” kata Emy, Selasa (16/2).

Emy juga menambahkan bahwa metode pemasaran seharusnya tetap menjadi fokus utama pemilik usaha. Misalnya dicontohkan saat daya beli masyarakat turun, opsi yang harus dipertimbangkan adalah perluasan jangkauan pelanggan.

“Seperti menurunkan harga jual, memberikan diskon, atau menjangkau daerah lain yang lebih potensial. Di sini kita bisa memanfaatkan metode pemasaran berbasis media digital,” lanjut Emy.

Metode pemasaran berbasis media digital terbukti sangat membantu untuk mengatasi penurunan penjualan produk. Hal itu dirasakan oleh Aji Akbar Titimangsa, pemilik usaha toko furniture bergaya minimalis dengan brand bernama Uwitan.

Aji bercerita, ketika awal pandemi merebak pada Maret 2020, penjualan tokonya turun hingga hampir separuh, di mana Uwitan kehilangan sales sampai 40% lebih. Ia tidak menduga dampak pandemi akan sebesar itu.

“Akhirnya saya putar otak, menyusun ulang konsep penjualan dengan menguatkan promosi di dunia digital. Semua lini pemasaran kita coba, misalnya seperti marketplace maupun media sosial. Alhamdulillah, setelah itu hasilnya langsung terlihat sebulan setelahnya. Penjualan Uwitan naik sampai 50% lebih,” terangnya.

Saat diwawancara, karyawan Aji tampak sibuk mengepak barang-barang pesanan. Ada juga karyawan di bagian toko yang tampak sedang menyiapkan kegiatan promosi penjualan di marketplace.

“Saya pikir salah satu hal yang penting sekarang adalah konten. Bagaimana konten kita bisa membuat target pelanggan merasa relate dengan produk. Kebetulan Uwitan dengan furniture bergaya minimalis, bisa sesuai dengan kebutuhan orang yang produktivitasnya tinggi. Jadinya cocok untuk para eksekutif yang sedang menjalankan work from home,” tutup Aji dalam wawancara. (Fjr)

 

Foto: Aji Akbar Titimangsa, pemilik brand Uwitan.