Pemkot Yogya Target Kota Layak Anak Kategori Utama

Pemerintah Kota Yogyakarta tahun ini menargetkan kembali mendapatan penghargaan Kota Layak Anak (KLA), namun dengan kenaikan peringkat yakni utama.

"Setelah dua kali mendapatkan penghargaan KLA dengan kategori nindya, tahun ini harus naik peringkat yakni kategori utama," jelas Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat focus group discussion kota layak anak di gaia cosmo hotel, Selasa (23/2/2021).

Berbagai upaya pun di lakukan Pemkot Yogya untuk menyabet predikat tersebut, saat ini Kota Yogya sendiri telah mempunyai 196 kampung ramah anak, 45 Kalurahan, dan 14 Kemantren ramah anak.

"Sudah banyak kampung yang mendeklarasikan diri guna menopang kepentingan anak-anak, khususnya dalam hal bermain dan belajar," jelasnya.

Untuk bidang pendidikan dan kesehatan, Kota Yogyakarta memiliki 416 sekolah ramah anak, dan 18 puskesmas ramah anak.

"Pemkot Yogya juga tak henti-hentinya mendorong puskesmas dan sekolah untuk bisa menghadirkan layanan-layanan yang ramah bagi anak," jelasnya.

Sementara untuk perlindungan anak, Kota Yogyakarta memiliki 36 Pelindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

"PATBM adalah sebuah gerakan kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak," katanya.

Selain itu, tambahnya, Kota Yogyakarta memiliki 90 kader sigrak (siap grak atasi kekerasan), 1 UPT perlindungan perempuan dan anak, dan 1 komisi perlindungan anak indonesia daerah.

"Kota Yogyakarta juga mempunyai lembaga konsultasi pengasihan keluarga PUSPAGA yang berfungsi dengan baik karena dikelola oleh tenaga profesional, untuk mengaksesnya pun tidak dipungut biaya alias gratis," jelasnya.

Pihaknya menambahkan Pemkot Yogyakarta juga tengah mengembangkan rumah ibadah ramah anak.

Menurutnya Masjid sebagai ruang publik untuk beribadah dapat menjadi salah satu alternatif untuk dikembangkan menjadi tempat anak-anak berkumpul, melakukan kegiatan positif, inovatif, kreatif dan rekreatif yang aman dan nyaman, dengan dukungan orangtua dan lingkungannya.

"Kota Yogyakarta juga telah memiliki 1 ruang bermain ramah anak yang telah bersirtifikat, 9 sanggar kreatif anak, dan 2 pusat infomasi sahabat anak (pisa)," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad menuturkan dalam mewujudkan Kota Yogya sebagai Kota Layak Anak juga bisa dilihat dari banyaknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogya yang telah memiliki berbagai program dan inovasi yang mendukungan terhadap terwujud Kota Yogya sebagai kota layak anak.

“Seperti penyediaan fasilitas bagi anak yang di miliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta melalui Pevita, dan monika (mobil internet dan perpustakaan) yang merupakan perpustakaan keliling yang menjangkau ke wilayah, sementara di sekolah juga telah banyak di bentuk satgas anti kekerasan," jelasnya. (Han)