Bakesbangpol Kota Yogya Gelar Pendidikan Politik

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogya menggelar kegiatan pendidikan politik untuk tokoh masyarakat dimulai hari Kamis (08/03). Acara digelar bertahap selama dua hari dengan total 45 peserta di Ruang Utama Atas (Bima) Komplek Balaikota Yogyakarta. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan sebagai bentuk kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
Tokoh masyarakat yang disasar adalah ketua kampung sebagai sosok berpengaruh, baik pada level struktural maupun kultural di level kampung. Tujuannya agar ketua kampung dapat memberikan penjelasan mengenai bidang politik secara valid dan benar kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.
“Untuk Kota Yogyakarta kita berusaha agar lebih fleksibel. Berkaitan dengan materi sekaligus acuan terkait kondisi terbaru yang tengah berkembang di masyarakat. Untuk tahun ini, tokoh masyarakat yang kita sasar adalah ketua kampung sebagai sosok yang suaranya didengarkan oleh masyarakat secara struktural serta kultural,” kata  Kepala Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Budi Santosa.
Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyatakan perlu memberikan edukasi terkait politik kepada masyarakat agar partisipasi politik di Kota Yogya naik. Politik, lanjutnya, bukan mengenai perebutan kekuasaan, tetapi mendorong warga untuk menyuarakan aspirasi demi pembangunan berbagai bidang di masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat alergi dengan politik. Kita perlu menyemai komitmen dan keberpihakan yang rasional atau prinsip-prinsip dan nilai-nilai fundamental dari masyarakat. Maka peran ketua kampung sangat vital di sana,” tambah Heroe.
Dalam kesempatan itu Bakesbangpol Kota Yogyakarta  turut mengundang Ketua KPU Kota Yogyakarta Hidayat Widodo. Hidayat lebih menekankan pada proses belajar dua arah dari para ketua kampung dalam menyelesaikan permasalahan politik warga. (Fjr)