Perketat Pembatasan Mobilitas di Kota Yogya

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta mengetatkan pembatasan mobilitas masyarakat selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Tidak hanya di sejumlah simpang jalan- jalan raya, akses jalan kampung tingkat RT/RW juga diminta dilakukan pembatasan.

“Di beberapa simpang jalan ditutup selama 24 jam. Dalam arti tidak boleh dilewati akses jalannya. Kami akan tambah lagi,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Rabu (14/7/2021).

Pembatasan mobilitas PPKM Darurat di sejumlah simpang dilakukan Pemkot Yogyakarta bersama Polresta Yogyakarta. Berdasarkan data Polresta Yogyakarta beberapa ruas jalan di sejumlah simpang yang ditutup adalah simpang Gejayan ke barat, simpang SGM atau Muja Muju arah barat ditutup total, simpang Kleringan kafe legend, samping Hotel Grand Inna  tutup total pukul 24.00 WIB. Sejumlah ruas jalan di beberapa simpang ditutup total selama 24 jam yakni simpang Pingit ke selatan, simpang Wirobrajan ke timur, simpang Tugu ke selatan, simpang Jetis ke selatan, simpang Rejowinangun ke barat, simpang C Simanjuntak ke barat, simpang Pojok Beteng barat ke arah utara dan simpang Tungkak ke utara.

Pihaknya menegaskan pembatasan akses jalan- jalan tersebut adalah upaya mengurangi mobilitas masyarakat di masa PPKM Darurat. Diharapkan masyarakat berada di rumah dan tidak melakukan kegiatan yang tak perlu misalnya nongkrong- nongkrong.

Wakil Walikota Yogyakarta itu juga meminta membatasi akses keluar masuk di tingkat kampung RT/RW. Heroe menyatakan meminta posko- posko di RT/RW mulai membatasi orang- orang yang bepergian keluar masuk jalan kampung. Namun, lanjutnya, tidak berarti melarang warga bepergian.

“Caranya dengan membatasi akses jalan yang terlalu banyak. Akses keluar masuk dibuat satu sampai dua jalan saja,” imbuhnya.

Heroe menyebut dari hasil evaluasi pemerintah pusat beberapa waktu lalu, mobilitas di Kota Yogyakarta selama PPKM Darurat sudah turun dari awalnya 15 persen menjadi sekitar 34 persen. Angka itu sudah memenuhi target pemerintah pusat tapi diharapkan dapat ditingkatkan lagi penurunan mobilitas.

Selain itu pemadaman lampu- lampu taman di Kota Yogyakarta akan ditambah selama PPKM Darurat. Heroe menjelaskan pemadaman lampu- lampu taman kota akan dilakukan di Jalan Diponegoro, Jalan Sudirman dan Jalan Suroto. Hal itu seperti pemadam lampu penerangan dan taman di Jalan Malioboro.

“Ini untuk mengurangi aktivitas masyarakat. Malam hari sebaiknya orang- orang tidak keluar ke mana- mana. Hasil rapat koordinasi kemarin disepakati mengurangi lampu penerangan. Kami juga meminta perkantoran dan toko- toko mengurangi lampu- lampu yang masih menyala. Tidak digelapkan semua, tapi dikurangi,” jelas Heroe.

Pihaknya memastikan adanya keamanan meskipun lampu penerangan dan taman dipadamkan dan dikurangi. Menurutnya dengan penyekatan atau penutupan jalan di beberapa titik adalah salah satunya untuk menjaga keamanan. Di samping itu ada patroli keamanan dari kepolisian dan wilayah. (Tri)