PERKEMAHAN ILMIAH REMAJA NASIONAL DIBUKA

Tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi ibratnya kita membangun sebuah bangunan tanpa sebuah pondasi yang kuat. IPTEK adalah sebuah keharusan. Apabila kita mau maju, mau bersaing dengan negara lain di dunia internasional. Demikian ungkap Prof. Dr. Rochadi Abdulhadi pada pembukaan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRNAS). tahun 2009 di Ruang Pamer Taman Pintar Yogyakarta, Senin, (22/ 06).

PIRNAS ke-8 tahun 2009 yang bertemakan ‘Meraih Iptek demi Keberlansungan Lingkungan yang lebih Baik’ ini akan berlangsung dari tanggal 22-28 Juni 2009 dan diikuti siswa dari 29 propinsi dari 33 propinsi yang ada di Indonesia.

Prof. Dr. Rochadi menjelaskan PIRNAS 2009 ini bertujuan memberikan pelajaran kepada para siswa untuk terbiasa memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan ilmiah yakni dengan mengamati fenomena alam di sekitarnya. Rochadi juga mengatakan negara Indonesia dikaruniai kekayaan hayati dan inhayati yang luar biasa . Namun menurut Rochadi apa yang dirasakan oleh bangsa Indonesia sekarang ini adalah kurang dimanfaatkannya IPTEK sehingga kekayaan yang berlimpah rua ini belum dimanfaatkan dengan baik. Rochhadi menambahkan Pekan ilmiah remaja nasional juga bertujuan mengisi kesenjangan Iptek yang terjadi karena selama ini siswa sudah terpaku pada kurikulum yang ada . Ditambahkan pada kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja ini para siswa bukan saja dilatih kecerdesan intelektualnya saja tetapi aspek perilaku, sosialnya juga dilatih. Sehingga diharapkan aspek intelektual dan perilaku berjalan bersamaan.

Sementara itu Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto mengatakan ilmu pengetahuan diibaratkan seperti mata pisau. “Bagaimana kita memafaatkan dengan sebaik-baiknya tanpa harus melukai diri kita sendiri. Demikian juga ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan mengangkat mengekplorasi sumber daya manusia maupun alamnya tanpa harus merusak alam itu sendiri, sehingga bumi dapat terjaga dengan baik sampai ke anak cucu kita,” ujar Herry.

Walikota berharap ajang perkemahan ilmiah remaja ini peserta bisa mengimplementasikan ajaran Ki Hadjar Dewantara yakni niteni, niroke, nambani. ( memahami, menirukan, menambahkan), demi perkembangan ilmu pengetahuan di Indoesia dan demi kesejehteraan dan kemakmuran bangsa.

Perkemahan Ilmiah Remaja ke-8 2009 yang diikuti 208 siswa dari SMA, SMP, MAN, dan SMK ini akan diisi dengan kegiatan ceramah, workshop, diskusi, penelitian, presentasi hasil penelitian dan pameran di bidang IPS, IPA dan teknik. PIRNAS ke-8 akan menghadirkan Dr. Munarsi, dari LIPI yang akan menyampaikan materi tentang global warming dan kesiapan masyarakat mengahadpi bencana alam. Hadir pula Dik Doank seorang publik figur yang peduli terhadap lingkungan yang menyampaikan materi berjudul Remaja Kreatif : Remaja Sukses di Masa Depan.

Penelitian lapangan akan dilakukan di beberapa lokasi. Bidang IPSK  dilakukan di Malioboro, Kraton, Kali Code dan sekitarnya. Bidang IPA di kompleks Taman Pintar, Malioboro, Kali Code, rural area di Kota Yogyakarta, Lokasi Pasca Gempa, lokasi pasca puting beliung, sumber–sumber pemanasan global, dan hutan kota. Sedangkan bidang Teknik di Taman Pintar, sekitar Malioboro, Kali Code dan sekitarnya. (@mix)