WARGA TERBAN GUNAKAN AIR LIMBAH UNTUK BUDUDAYA IKAN LELE

Jumlah kebutuhan air semakin banyak dari hari kehari, baik kabutuhan MCK, maupun keperluaan sehari-hari lainnya. Guna menghemat air, Pemerintah Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Unilever membuat kegiatan gerakan 3P ( Penghematan air, Pemberdayaan ulang air, serta Pelestarian Lingkungan), dimana kegiatan tersebut dapat diterima masyarakat, hal ini dikatakan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun, S.Psi., dalam acara Lomba 3P di Rt 49 RW 11 Terban Gondokusuman, Rabu (02/06)


Ditambahkan, warga masyakat terban sekalipun dalam wilayajh dalam kota rasa gotong-royong, sosial, dan yang lebih penting rasa handarbeni masih sangat kental diwilah ini. Rt 49 RW 11 Terban Gondokusuman masuk urutan 8 besar di Provinsi DIY lima daerah yang dilombakan di daerah Kabupaten Sleman, selebihnya diwilayah Kota Yogyakarta.” Gerakan 3P ini memang sasarannya sangat tepat yakni para ibu-ibu, karena urusan keluarga terutama urusan dalam rumah tangga peran ibu luar biasa. Saya rasa tepat kegiatan ini, dan ibu-ibu pula yang menyelamatkan kelestarian lingkungan, buktinya ibu juga yang mengolah limbah air ini, karena pengolahannya sangat mudah,” papar Tri Kirana.


Kegiatan ini merupakan gerakan yang sifatnya menghemat air, disanping itu juga ada bagaimana caranya mengolah bekas air cucian dan limbah rumah tangga, yang dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman, bahkan untuk budidaya ikan lele. Dikatakan Ketua LPMK sekaligus Ketua RW 11 Kelurahan Terban Drs. Hadi Sutarmanto, M.Si. Untuk mengajak warganya sadar lingkungan dan menghemat air, pihaknya menggunakan cara dengan pendekatan secara pribadi, agar warga mengetahui dan menyadari betapa penting dan perlunya prilaku hidup bersih. ” Kegiatan yang dilakukan warga utamannya Gerakan 3P ini, saya berharap dapat menjadi perilaku warga Rw 11 khususnya dan Kota Yogyakarta pada umumnya. Karena kegiatan penghematan air ini sangat bermanfaat bagi anak cucu kita kelak, kami bergerak secara pelan, agar sasaran kewarga dapat dirasakan dan ada hasilnya, kegiatan tersebut kami ekspresikan dengan pembuatan lubang bio pori, serta pengolahan air limbah rumah tangga itu sendiri,” katanya. Hadi tidak mengaku, bahwa hasil kerja kerasnya selama ini karena dapat dukungan dari warga masyarakatnya serta pemerintah. ” Saya hanya momong kebetulan yang saya emong tidak rewel dan dapat mengerti apa keinginan pamongnya, kami terus koordinasi dengan pihak pemerintah untuk memajukan warga, dimana segala kegiatan yang kami lakukan dipantau terus, sehingga ada rasa risih, rasa ini yang bisa dapat membawa perubahan,” tandas Hadi.


Dalam lomba tersebut warga meperagakan bagaimana cara mengolah limbah rumah tangga utamanya dari air bilasan yang sudah tercampur dengan deterjen dan pewangi, setelah melalui pengolahan dengan cara disaring, air yang semula wangi, begitu keluar dari bak penyaringan, air dapat digunakan untuk menyiram tanaman, mencuci sepeda motor, bahkan untuk menambah kolam lele sekalipun.