PEMKOT DAN GTZ TANDATANGANI MOU PERUBAHAN IKLIM

Pemerintah Kota Yogyakarta menandatangani nota kesepahaman dengan Program Advis Kebijakan untuk Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim (PAKLIM GTZ). Nota kesepahaman tersebut berisikan kesepakatan kerjasama kedua belah pihak dalam hal penanganan perubahan iklim di Yogykarta. Penandatanganan oleh Herry Zudianto selaku Walikota Yogyakarta dan Dieter Brulez selaku Principal Advisor PAKLIM GTZ di Balaikota, Senin (28/06).

 

Dalam nota kesepahaman tersebut dituangkan kesepahaman antara kedua belah pihak dalam pengembangan strategi lintas sektor untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Secara bersama-sama kedua pihak tersebut akan bekerjasama untuk menyusun Strategi Kota yang Terpadu dalam Perubahan Iklim yang mencakup strategi menyeluruh tentang adaptasi dan mitigasi, serta integrasinya dalam perencanaan pembangunan kota.

 

Untuk melaksanakan strategi kota yang terpadu dalam perubahan iklim ini pihak PAKLIM GTZ akan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan program of activities sehingga melewati validasi oleh Designated National Authority (DNA) dan diregistrasi oleh Dewan Pelaksana badan PBB untuk Perubahan Iklim (EB UNFCCC). GTZ juga akan memfasilitasi pengembangan kegiatan kemitraan publik dan swasta sebagai mekanisme baru untuk mendukung strategi ekonomi bernuansa rendah karbon di kota. Serta pengembangan konsep-konsep peningkatan efisisensi energi terbarukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di kota.

 

Untuk mendukung komitmen itu pihak PAKLIM GTZ juga menyediakan bantuan berupa tenaga ahli jangka panjang, tenaga ahli jangka pendek dan perlengkapan kantor untuk mendukung.

 

Menurut Brulez perubahan iklim ini tidak lepas dari tingkah laku manusia. Segala macam teknologi yang berkembang akhir-akhir ini menyebabkan meningkatnya gas rumah kaca, seperti polusi asap kendaraan dan industri. Perlu disadari bahwa pada akhirnya hal ini akan berdampak buruk bagi manusia itu sendiri, seperti yang mulai terlihat belakangan ini adalah  banjir serta cuaca ekstrim yang dialami seluruh dunia. Ini merupakan masalah semua individu, tidak bisa ditangani hanya oleh satu pihak saja, tapi memerlukan bantuan dari seluruh pihak. `Masalah perubahan iklim ini merupakan masalah intersektor,` tandas Brulez.

 

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Herry Zudianto mengungkapkan bahwa sekarang bukan lagi saatnya mencari siapa yang bertanggung jawab atas ini semua. Kenyataannya perubahan iklim telah terjadi, tinggal bagaimana kita mulai merubah tingkah laku kita agar tidak semakin memperparah dampak perubahan iklim tersebut. Sudah saatnya kita bahu membahu memerangi masalah perubahan iklim ini. Persoalan mitigasi adalah sesuatu yang sangat komplek dan multi lintas sektoral, dari regulasi, teknologi, anggaran, juga partisipasi masyarakat. Peran pemerintah sangatlah penting.

 

GTZ merupakan sebuah organisasi yang berasal dari Jerman dan telah beroperasi di seluruh dunia untuk pembangunan berkelanjutan masyarakat. Untuk kerjasama penanganan perubahan iklim ini GTZ PAKLIM bergerak dengan 6 kota di Pulau Jawa termasuk Yogyakarta. (isma/dee)