MEMBANGUN IKLIM INVESTASI LOKAL YANG KONDUSIF

Memasuki era perdagangan bebas AFTA (Asean Free Trade Area) dan ACFTA (Asean-China Free Trade Area) tantangan yang harus dihadapi adalah dunia tanpa batas (borderless world) yang ditandai dengan semakin ketatnya persaingan. Tahun ini kita juga melaksanakan perdagangan dan investasi bebas dalam dalam kerangka Asean-India FTA. Perdagangan dan investasi bebas juga akan dimulai pada tahun 2020 untuk kawasan Asia Pasifik (APEC) yang meliputi negara-negara seperti Kanada, Amerika Serikat, Selandia Baru dan Jepang. Karenanya sudah saatnya para pengusaha lokal menguatkan tekat dan semangat untuk memenangkan kompetisi perdagangan bebas melalui pengembangan potensi yang dimiliki.

Hal itu disampaikan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto pada seminar Menyambut Komunitas Ekonomi Asean 2015 Peluang dan Tantangan di Bidang Investasi, di Hotel Novotel Selasa (29/06). Seminar diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kementerian Luar Negeri memilih Kota Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan seminar karena kota ini memiliki potensi usaha yang menggiurkan sekaligus meraih prestasi gemilang di dunia usaha dan pelayanan publik. Banyak sudah prestasi yang diraih kota Yogjakarta dalam bidang investasi.

“Saya berharap melalui seminar ini diharapkan dapat tersosialisasi mengenai komunitas ekonomi Asean 2015 kepada para pengusaha lokal sekaligus meningkatkan wawasan dan harapan para pengusaha lokal mengenai bagaimana menembus pasar bebas Asean tersebut. Selamat mengikuti seminar semoga tercipta suatu inovasi dan semangat untuk memenangkan kompetisi perdagangan bebas dengan tetap mempertahankan dan melestarikan budaya lokal,” harap Walikota.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Kementerian Luar Negeri Wisber Loeis, mengatakan, Komunitas Ekonomi ASEAN sesungguhnya memberikan peluang yang semakin luas bagi pelaku usaha di Indonesia. Berdasarkan data statistik Sekretariat ASEAN tahun 2008, total penduduk ASEAN mencapai 583,65 juta orang dan total Produk Domestik Bruto sebesar US$ 1,506 trilyun. Sejumlah hasil penelitian juga menunjukkan adanya tingkat konsumsi sektor swasta yang sangat tinggi di ASEAN dan permintaan domestik kawasan yang terus meningkat. Data ini menawarkan kesempatan yang sangat menggiurkan bagi perluasan pasar produk Indonesia. Dan ini harus dapat dimanfaatkan secara cerdas oleh para pelaku usaha. Inilah momentum yang tepat untuk mempercepat laju proses reformasi dan iklim usaha Indonesia yang lebih kondusif untuk menghadapi persaingan dunia yang meningkat, dan membantu memberikan fokus pada sektor unggulan dan sektor potensial menuju daya saing lebih baik.

“Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar di ASEAN dan dikarunia sumber daya alam yang melimpah memiliki peluang yang sangat besar untuk bersaing dengan negara ASEAN lainnya. Dengan pasar yang semakin besar, tentunya tidak terlepas dari tuntutan yang semakin besar pula,” tuturnya. (ism)