ANAK JOGJA UNTUK INDONESIA

Anak mempunyai sifat dasar yang khas yaitu jujur dan terus terang. Saya titip kepada bapak ibu semua agar sifat dasar ini terus dikembangkan hingga dewasa. Alangkah indahnya bangsa ini manakala generasi berikut menekankan sifat yang jujur dan mulia. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Haryadi Suyuti pada peringatan Hari Anak Nasional tahun 2010.

Anak-anak adalah calon penerus kita. Pada masa mendatang, anak-anak memegang peranan penting dalam kehidupan, untuk itu sangat penting bagi kita semua untuk memperhatikan hak-hak dan perkembangan anak. Orang tua dan pemerintah memiliki tanggung jawab dalam mencukupi kebutuhan anak-anak agar tercipta anak-anak yang jujur, berkhlak mulia, dan secara jasmani sehat dan cerdas. Melalui program PAUD yang sudah dilaksanakan mulai tahun 2006, Pemkot Kota Jogja mengharapkan mampu menjadi salah satu fasilitas bagi anak-anak dalam belajar dan berkreasi, papar Haryadi.

Peringatan dengan tema “Anak Jogja untuk Indonesia Jujur, Berakhlak Mulia, Sehat, Cerdas dan Berprestasi” ini diselenggarakan pada Senin (2/08) bertempat di halaman Balaikota Yogyakarta. Rangkaian acara ini juga dimeriahkan oleh pentas seni anak-anak PAUD Se-Kota Yogyakarta dan dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota H. Haryadi Suyuti. Hadir Direksi PT. Sari Husada Yenny Fatmawati, Pimpinan SKPD
jajaran Pemkot Yogyakarta, pengurus PKK, camat dan lurah serta anak-anak PAUD se-Kota Yogyakarta.

Ketua Forum PAUD Kota Yogyakarta Tri Kirana Haryadi Suyuti mengatakan, di Kota Yogyakarta pada tahun 2006 terdapat sejumlah 222 PAUD, kemudian berkembang pada tahun 2007 menjadi 630, dan 614 pada 2010 ditambah 18 PAUD yang sudah berkembang menjadi kelompok bermain.

Pada 2006-2007 pelaksanaan PAUD dilakukan sekali sebulan, dan pada 2010 sudah dilakukan 2 hingga 12 kali sebulan. Sebanyak 5 diantaranya berkembang menjadi PAUD inklusi yaitu : SPS Sidoro Laut 5 Ngampilan, Komimo Play School Wirobrajan, PAUD Tiara Siwi 16 Kraton, SPS RW 21 Gedongtengen, dan SPS Tunas harapan Tegalrejo.

Pemkot terus berusaha memberikan support kepada volunteer pendidik PAUD untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasnya. Saat ini terdapat sekitar 4800 pendidik PAUD yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta. Mereka akan terus diperjuangkan untuk bisa meningkatkan kapasitas sebagai pendidik PAUD yang baik. Kedepan pola pendidikan PAUD ini juga akan disosialisasikan kepada seluruh orangtua yang mempunyai anak usia PAUD.

Wawali juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan PAUD inklusi, “Harapan saya bukan hanya kuantitas yang banyak namun justru pada kualitas pengelolaan inklusi.”

Beberapa waktu lalu Kota Yogyakarta berhasil menyabet 3 penghargaan sekaligus dalam Lomba Mitra PAUD Berprestasi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan Nasional dalam kegiatan Pemilihan Mitra PAUD Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2010. Penghargaan diserahkan oleh Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Depdiknas RI, Hamid Muhammad Rabu (21/7) bertempat di Ruang Sidang Direktorat PAUD Lantai 7 Depdiknas, Senayan, Jakarta.

Penghargaan yang diperolah adalah Pemenang Kategori A (FORUM PAUD) Terbaik II, pada saat itu diterima oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Pemenang Kategori E (Tim Penggerak (TP) PKK) Terbaik I yang diterima oleh Ibu Walikota sekaligus Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Hj. Diah Suminar dan Pemenang Kategori C (POSPAUD) yang dimenangkan oleh POS PAUD Tunas Melati Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta. (ism)