MELIRIK DAPUR UMUM DI POSKO PEMKOT JOGJA

Puluhan relawan yang terdiri dari anggota tagana, pekerja sosial masyarakat dan petugas posko serta ibu-ibu PKK dibantu aparat tentara dari Kodim 0734/yka menyibukkan diri di dapur umum. Dapur umum milik posko tanggap bencana Merapi bentukan pemerintah Kota Yogyakarta ini sudah melayani logistic pengungsi sejak Kamis (11/11). Sebanyak 600 hingga 800 nasi bungkus disediakan dalam sekali periode memasak. Nasi bungkus disediakan bagi pengungsi Merapi yang berada di wilayah Kota Yogyakarta.

Menurut Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Dra MK Pontjosiwi, hingga Kamis (11/11) terdata sebanyak 4849 jiwa pengungsi di wilayah Kota Yogyakarta yang tersebar di 14 kecamatan. Pengungsi Merapi di Kota Jogja tersebar di 27 titik posko dan 157 titik mandiri. Mereka berada di masjid-masjid, balai RW dan asrama.

“Layanan dapur umum ini harus selalu dibawah koordinasi camat setempat.  Jumlah nasi bungkus yang kami sediakan juga disesuaikan dengan permintaan masing-masing kecamatan,” jelas Pontjosiwi.

Dapur umum melayani persediaan makan siang dan makan malam bagi pengungsi. Menupun dibuat bervariasi dengan pertimbangan kecukupan gizi dan kemudahan dalam memasak.

Terpisah Walikota Yogyakarta Herry Zudianto mengajak kepada seluruh warga masyarakat di Kota Yogyakarta untuk dapat berbagi dengan para pengungsi.

“Kalau masyarakat mempunyai saudara atau teman yang menjadi pengungsi diharapkan untuk bisa menampung mereka. Kota Yogyakarta dengan jumlah penduduk yang cukup padat berpotensi besar untuk dapat membantu keluarga-keluarga pengungsi. Terutama untuk keluarga pengungsi yang mempunyai anak kecil atau balita. Saya harap masyarakat dapat menampungnya, mudah-mudahan dapat diapresiasi dengan baik oleh masyarakat Jogja,” tutur Walikota. (isma)