Pemkot Ajak Forum TSLP Dukung Program Pengurangan Sampah di Kota Yogya

Pakualaman - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta dan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP) melakukan penandatanganan komitmen Bersama Program Pengurangan Sampah yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya.

Penandatanganan juga melibatkan 66 perusahaan yang ada di Kota Yogyakarta. Kegiatan penandatanganan ini bertujuan untuk menjalin sinergitas dan harmonisasi korporasi dalam mendukung program strategis pembangunan Kota Yogyakarta khususnya dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini dilaksanakan Senin (16/6) bertempat di Hotel Jambuluwuk, Jalan Gajah Mada No 67 Kota Yogyakarta.

Kepala Bappeda Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan TSLP.
 
"Harapan kami ini merupakan wujud komitmen pengakuan dari pemerintah dalam peran perusahaan yang dapat menjadi akselerator pada kegiatan perusahaan semua yang hadir. Marilah kita jadikan forum ini di masing-masing CSR ikut kontribusi agar berdampak pada kepentingan masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, perusahaan di Kota Yogyakarta diharapkan ikut berkomitmen dan berperan aktif dalam pembangunan di Kota Yogyakarta, dimana Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki target untuk mengurangi timbulan sampah.

Menurutnya, pengurangan sampah ini perlu dilakukan sebab kondisi Tempat Pembungan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sudah melebihi kapasitas dan berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karenanya dibutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh stakeholder, termasuk kepada puluhan operasional perusahaan yang ada di Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya yang juga merupakan Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta mengatakan, hingga saat ini upaya yang dilakukan pemerintah sesuai dengan yang diharapkan. Terbukti dengan adanya pengurangan sampah dengan menerapkan gerakan zero sampah anorganik.

"Upaya pemerintah dalam pengurangan sampah dari hulu ini ternyata sudah cukup berhasil. Bahwa kita dalam tempo empat bulan sudah mampu mengurangi sampah yang semula kurang lebih 299 ton/hari, tapi diujung bulan april kemarin kita sudah berhasil turunkan sebanyak 225 ton/hari," ujar Aman Yuriadijaya saat sambutan.

Pihaknya juga mengatakan, hingga saat ini sudah sebanyak 617 bank sampah berbasis masyarakat yang ada di Kota Yogyakarta. Selain itu, untuk penggerobak di Kota Yogyakarta berjumlah 500 gerobak yang ikut mengelola sampah di Kota Yogyakarta. "Karena target kita di akhir tahun 2023 ini mencapai 100 ton/hari, sehingga memberi kontribusi perpanjang dari TPA Piyungan. Semoga bisa mencapai target agar sampah dapat berkurang optimal," jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Forum TSLP Suroso mengatakan sejak awal tahun 2023 mengikuti pemerintah dalam mengelola sampah dengan gerakan zero sampah terutama mengajak para perusahaan dalam memilah sampah.

Sehingga harapannya dengan komitmen bersama ini, semua perusahaan di Kota Yogyakarta mampu bekerjasama untuk membangun Kota Yogyakarta lebih baik lagi.

"Ini merupakan  tanggung jawab sosial, dimana etika moral perusahaan yang dapat disinergikan dengan program pembangunan, sehingga CSR dapat menjadi akselerator peningkatan pembangunan masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat. Ini merupakan kunci keberhasilan kegiatan usaha," katanya. (Hes)