WALIKOTA  RESMIKAN GERAI INVESATASI

Dalam rangka memberikan kemudahan kepada calon investor dalam mendapatkan informasi tentang peluang investasi di Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta meresmikan Gerai Investasi, peresmian dilakukan langsung oleh Walikota Yogyakarta, H Herry Zudianto di Gedung Dinas Perizinan Kota Yogyakarta, Selasa,(22/11)

Gerai Investasi ini merupakan unit kerja yang dibentuk untuk memberikan  pelayanan informasi di bidang penanaman modal. Gerai Investasi akan memberikan kejelasan dan kepastian mengenai informasi penanaman modal kepada para calon investor.

Walikota Yogyakarta, H Herry Zudianto mengatakan, keberadaan Gerai Investasi ini merupakan peran pemerintah dalam memberikan suatu peluang yang sangat memback up peran swasta untuk bisa menggali potensi ekonomi di Jojakarta ini dengan lebih baik dan optimal. Walikota menambahkan, nantinya Gerai Investasi ini akan melayani investor dari mana saja, baik itu investor besar atau investor kecil semacam UMKM, karena merupakan tugas pemerintah bagaimana mengangkat UMKM menjadi usaha yang lebih besar lagi. “Semua usaha baik usaha kecil atau besar tetap harus kita sebut sebagai investor, justru bagaimana usaha kecil itu bisa berkembang dengan baik dan menjadi investor yang lebih besar. Gerai Investasi ini akan melayani semua lapisan masyarakat ” Kata Herry Zudianto.

Sementar itu, Kepala Bagian Perekonomian, Pengembangan Pendapatan Asli Daerah dan Kerjasama, Danang Subagjono SE mengatakan Gerai Investasi pada tahap awal pembentukannya berfungsi sebagai front office bagi kegiatan penanaman modal di Kota Yogyakarta.

Gerai Investasi menyediakan data potensi investasi di Kota Yogyakarta. Investor akan memperoleh gambaran peluang usaha di kecamatan dan setiap penggal jalan serta aset-aset pemerintah yang bisa dikerjasamakan dengan swasta. Selain itu, tersedia potensi investasi di bidang UMKM. “Investasi merupakan sebuah keputusan yang selain membuka peluang keuntungan juga mengandung risiko kerugian. Oleh karena itu dibutuhkan informasi dari berbagai aspek sehingga bisa menghasilkan keputusan yang tepat. Sebagai contoh informasi mengenai infrastruktur yang tersedia, tenaga kerja, tingkat upah, pasar, pertumbuhan ekonomi di daerah, dan fasilitas perizinan yang diberikan.” Kata Danang Subagjono, SE