41 PENDERITA SEMBUH TBC DAN PMO DAPAT PENGHARGAAN

Pawardi 41 tahun, warga Pringgokusuman Gedongtengen Yogyakarta terlihat gembira. Penyakit Tuberculosis (TBC) yang dideritanya di awal tahun 2011, kini dinyatakan sembuh total. Kerajinan dan kesabarannya untuk minum obat yang didapatkan secara gratis di Puskesmas membuahkan hasil  ganda, sembuh dari dari sakit TBC dan penghargaan berupa uang dari Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan. Demikian juga Sutrisni, istri Pawardi juga mendapat penghargaan sebagai pendamping minum obat bagi Pawardi.

Pawardi menuturkan awal tahun 2011 dirinya menderita penyakit TBC. Akibatnya  Pawardi   kehilangan napsu makan, sehingga  tubuhnya menjadi kurus, lemas dan tidak kuat berjalan  lebih dari 2    meter . “ Awal tahun ini, saya sangat kurus. Mau jalan dua atau tiga meter saja gak kuat. Rasanya napasku gak kuat dan ngos-ngosan. Berat badanku jadi turun hingga tinggal 40-an kg. Rasanya lemes banget,” cerita Parwadi.

Pawardi mengatakan setelah mendapat perawatan dan meminum obat yang didapatkan dari Puskesmas selama 6 bulan berturut-turut ditambah 2 bulan, dan rutin kontrol, akhirnya dirinya dinyatakan sembuh total dari penyakit TBC.

Pawardi merupakan salah satu dari 41 pasien sembuh dari penyakit TBC  tahap kedua yang menerima penghargaan dari Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto, Kamis,(8/12) di Ruang Utama Bawah Balaikota Yogyakarta. Pemberian penghargaan tahap pertama kepada 99 penderita sembuh TB telah diberikan pada bulan Oktober 2011.

Walikota Yogyakarta dalam sambutannya mengungkapkan rasa gembiranya kepada para pasien sembuh TBC. Herry berharap para penderita yang telah sembuh ini dapat mempertahankannya dengan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat di lingkungannya. Dirinya juga berharap agar para mantan penderrita ini menjadi duta yang manjadi penyambung lidah pemerintah untuk menyosialisasikan berbagai hal tentang penyakit TBC kepada masyarakat.  Hal ini dimaksudkan agar semangat cegah tangkal secara dini terhadap penyakit TBC dapat dilaksanakan.

Walikota juga mengucapkan terima kasihnya kepada para pendamping minum obat (PMO) yang dengan sabar dan rajin memberi motivasi kepada para penderita TBC, sehingga mereka dapat sembuh dan sehat kembali. Walikota berharap para PMO ini juga nantinya menjadi petugas sosialisasi di wilayah.

Walikota menambahkan Pemerintah Kota Yogyakarta sangat serius dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Rumah Pemulihan gizi, Posyandu sampai di tingkat RW, pencarian dan penemuan penderita TBC, penyediakan Jaminan kesehatan dan lainnya menunjukkan Pemerintah Kota Yogyakarta sangat serius dan peduli dengan kesehatan warganya,” ujar Walikota. Karena keseriusannya, Pemkot Yogyakarta telah banyak menerima penghargaan di bidang kesehatan, termasuk penghargaan sebagai Kota yang usia harapan hidup paling tinggi se-Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Drg. Tutik Setyawati melaporkan bahwa sepanjang tahun 2011 ditemukan 140 penderita penyakit TBC dan semuanya telah mendapatkan perawatan secara intensif dan telah dinyatakan sembuh total.

Tutik mengatakan untuk penanganan sejak dini kasus TB di Kota Yogyakarta Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah membuat Jejaring dengan rumah sakit se-Kota Yogyakarta, dokter praktek dan Kelompok Aisyah. . Diharapkan melalui jaringan ini, warga yang ditemukan sakit dengan gejalah batuk selama tiga minggu dan tidak sembuh, maka akan dimotivasi untuk melakukan pemeriksaan BTA-nya (Basil Tahan Asam ). Apabila ditemukan kasus TBC positip maka penderita akan segera diberi obat sejak dini dengan harapan dapat mencegah penularan dan sekaligus memutus mata rantai penularan penyakit tersebut. “Kita mencegah untuk tidak terjadi penularan lebih lanjut. Jadi, bukan berarti di Kota Yogyakarta TB-nya itu tinggi. Itu tidak. Tetapi, justru kita lebih bisa menemukan kasus yang seperti itu sejak dini, untuk tidak menjadi panjang rantai penularannya,” terang Tutik .

Tutik mengatakan untuk penanganan kasus TBC ini perlu ada dukungan dari semua pihak, terutama anggota keluarga. Karena penderita harus meminum obat selama 6 bulan berturut turut tanpa putus. Faktor kebosanan dan kejenuhan akan timbul. “Untuk itu keluarga harus memberi dukungan penuh karena sakit TBC dapat disembuhkan, dengan catatan harus dengan rutin dan disiplin meminum obatnya.

Para penderita sembuh TB mendapatkan penghargaan berupa uang sebesar Rp. 300. Ribu, sedangkan para pendamping minum obat (PMO) mendapat penghargaan uang Rp. 200 ribu. (@Mix)