Hari Kunjung Perpustakaan Berikan Apresiasi Kepada Pemustaka Terlama

 

 

Gondokusuman - Kuncoro Sejati (41) menjadi pemustaka di Perpustakaan Kota Yogya sejak awal berdirinya perpustakaan di Jalan Suroto Kota Baru milik Pemerintah Kota Yogyakarta ini. Atas kecintaannya terhadap buku dan kesetiaannya menjadi pemustaka sejak tahun 2009, warga Sleman ini mendapatkan apresiasi sebagai pemustaka terlama dalam acara Puncak Semarak Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, Kamis (14/9).

“Saya bergabung menjadi anggota perpustakaan sejak 2009 dan nomor anggota saya depannya masih nol semua dan angka paling belakang tiga. Ada banyak hal yang didapat dengan berkunjung di perpustakaan,” ujar Kuncoro.

Pemustaka terlama Perpustakaan Kota Yogyakarta, Kuncoro Sejati.

 

Kuncoro membeberkan dirinya suka mencari inspirasi di perpustakaan dan berhasil menerbitkan tiga buku yaitu global warming, food and water: problem, solution and the changes of world geopolitical constellation, pengolahan sampah terpadu dengan sistem node, sub point dan centerpoint dan global (r)evolution: berlari di arena globalisasi. Hingga saat ini, minimal satu kali dalam seminggu berkunjung ke perpustakaan. 

“Perpustakaan tempat bermain dan belajar, dari kecil umur tiga tahun bisa diajak bermain disini. Tentu disini banyak buku-buku yang bermanfaat. Kalau belum bisa keliling dunia, lewat perpustakaan kita sudah bisa keliling dunia,” tambahnya.

Launching buku karya pelatihan menulis

 

Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Nunun Zulaikha menyebut Semarak Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Tahun 2023 mengusung tema Peningkatan Literasi Melalui Kreativitas Perpustakaan. Hal tersebut sebagai upaya peningkatan karakter budaya baca, kreativitas dan kapasitas diri melalui perpustakaan. 

 

“Untuk kegiatan hari ini (Puncak Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca) digelar pameran lapak literasi dari kampung baca, penyerahan penghargaan lomba bertutur, launching buku karya pelatihan menulis, dan apresiasi bagi pemustaka. Selain itu ada welcome snack dan pembagian merchandise bagi masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan hari ini,” ungkap Nunun.

Sementara itu, kegiatan yang telah dilaksanakan di antaranya, pelatihan teknik journaling, Wisata Literasi Perpustakaan (Talita), Sabtu Seru di Perpustakaan Kota Yogyakarta (Saskia), diskusi buku, Seni Menggambar dan Melukis (Segaris), Story Telling Anak Online (Starla).

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya dan jajaran bersama pemenang lomba bertutur.

 

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya memberikan apresiasi kepada DPK Kota Yogyakarta yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Selain itu, pihaknya memiliki harapan besar agar kegiatan semacam ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Kota Yogyakarta di seluruh aspek masyarakat melalui literasi terapan.

“Perpustakaan kini bukan lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca, namun dapat dikembangkan sebagai akses interaksi yang ujungnya adalah terapan. Maka kemudian ada yang namanya literasi terapan dengan fakta empiris yang jelas bahwa dengan produk literasi itu kemudian menghasilkan sesuatu bagi berbagai aspek kegiatan nyata di lapangan, termasuk salah satunya adalah soal kesejahteraan masyarakat,” tutur Aman Yuriadijaya.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya berkeliling di lapak literasi dari kampung baca pada acara Puncak Semarak Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2023

Perpustakaan tidak hanya menyediakan buku untuk dipinjam tetapi menjadi media literasi terapan sebagai sarana untuk mengembangkan diri, memperluas wawasan bahkan juga untuk sarana hiburan positif yang menyenangkan. Oleh karena itu, Aman mendukung agar kedepannya kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. (Chi)