SRI SULTAN HB X BUKA PEKAN BUDAYA TIONGHOA

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X membuka secara resmi Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta VII 2012, Kamis (2/2). Pembukaan ditandai dengan pemencetan tombol penyalaan kembang api pada kepala naga disertai bunyi petasan. Tombol ini sebelumnya dibawa oleh Dewi Kwan  Im yang terbang anggun di atas panggung. Pembukaan PBTY VII ini digelar di panggung utama halaman eks Kampus UPN di Kentandan Wetan Yogyakarta.

Hadir dalam pembukaan PBTY VII ini Walikota Yogyakarta, H Haryadi Suyuti, Wakil Walikota Imam Priyono, Kapolresta Yogyakarta Kombes Mustaqim, kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Bupati  Bantul Hj Ida Idham Samawi, serta Bupati Gunung Kidul Jj Badingah S. Sos.

Terkait penyelenggaraan PBTY ini Gubernur DIY memberikan apresiasi yang istimewa karena banyak tradisi masyarakat Tionghoa yang mempunya kemiripan dengan tradisi local masyarakat Indonesia khususnya pada sub kultur dari sebuah kebudayaan besar.

`Kemiripan ini terjadi karena adanya akulturasi budaya, budaya Tionghoa berbaur dengan budaya local tanpa adanya campurtangan pemerintah, sehingga semakin memperkaya khasanah budaya nusantara yang kita miliki,” kata Sri Sultan HB X’

Sementara itu Ketua Panitia PBTY VII , Hj Tri Kirana Muslidatun dalam laporannya menjelaskan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ini merupakan puncak perayaan Imleks atau Cap Go Meh Tahun 2365 yang diselenggarakan oleh panitia yang terdiri dari berbagai paguyuban masyarakat Tionghoa di Yogyakarta. Tema dari acara ini adalah Mengukuhkan Kebhinnekaan Yogyakarta dengan harapan bisa  menunjukkan kekayaan budaya Yogyakarta yang guyup dan akur.

Dijelaskan maksud tujuan dari PBTY ini adalah melestarikan dan mengenalkan budaya Tionghoa sebagai salah satu komponen aset bangsa Indonesia , memberikan informasi dan pembelajaran kepada masyarakat tentang tradisi dan kebudayaan Tionghoa, mendukung pariwisata daerah dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah sekitar penyelenggaraan.

Dijelaskan pula oleh  Hj Tri Kirana Muslidatun, dalam PBTY selama 5 hari ini akan dipentaskan 58 jenis acara mulai dari kesenian tari, music, aneka lomba  serta sulap dan pentas ketoprak serta pentas naga liong dan wayang Potehi. Selain itu juga diselanggarakan bazaar di sepanjang jalan Ketandan yang diikuti oleh 68 stand yang menyediakan aneka kuliner, souvenir dan hiasan. PBTY akan ditutup pada tanggal 6 Februari mendatang dengan acara Jogja Dragon Festival yang diikuti oleh  12 kelompok dari berbagai daerah memperebutkan Piala Raja dengan total hadiah Rp 27 Juta.