WARTAPASAR Media Informasi Pasar Tradisional Dilaunching

Dalam rangka memperkuat eksistensi Pasar Tradisional, Forum silaturahmi Paguyuban Pedagang Pasar Yogyakarta (FSP3Y) menerbitkan media informasi mingguan Wartapasar Dalam acara ceremonial launching dengan pemotongan tumpeng juga digelar diskusi publik yang berlangsung di Pendopo Pasty pada hari Senin (14/2).

Dalam laporan penyelenggaraan ketua panitia, Fathur Rahman mengungkapkan bahwa program belanja pasar berhadiah beberapa saat yang lalu telah berhasil meningkatkan penjualan. Para penjual pasar memang dituntut untuk selalu meningkatkan semangat dan kemampuan berdagangya untuk menang dalam persaingan. Diharapkan koran Wartapasar hasil swadaya FSP3Y bisa memberikan tambahan informasi tentang kelebihan pasar tradisional kepada calon konsumen, untuk membeli di pasar tradisional sehingga dapat pula mendongkrak omset pedagang pasar.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pengeloaan Pasar, H. Achmad Fadli menyampaikan apresiasi terbitnya koran Wartapasar edisi perdana ini.  Diharapkan Wartapasar selain sebagai media promosi pasar tradisional juga dapat memberi masukan yang berharga bagi Pemkot.

Selama ini peran pemerintah untuk membangun pasar tradisional yaitu dengan adanya dua perda. Yaitu diberinya wewenang kepada DinLoPas untuk mengelola semua hal tentang pasar termasuk keamanan, kebersihan hingga menarik retribusi yang terbukti bisa memperpendek jalur birokrasi dan mempercepat penanganan masalah yang ada. Selain itu juga telah diterbitkannya Perda pembatasan pembangunan Minimarket yang diharapkan tetap menjaga eksistensi pasar tradisional.
 
Selain itu juga diselenggarakan diskusi publik dengan tema Membangun Pasar Rakyat yang Kreatif, Produktif, Inovatif dan Mandiri dengan Pembicara H. Achmad Fadli, yang menyampaikan materi tentang peran Pemkot Yogyakarta; St. Widihasto Wasana Putra, S.Sos sebagai perwakilan Pengamat Pasar dan Ade Ma`ruf, SS sebagai Pengamat Media; dengan moderator renggo Putro Widyarto, SAB. Dalam diskusi Achmad Fadli mengungkapkan bahwa pembangunan pasar yang dilakukan pemkot akan diarahkan untuk menggunakan manajemen modern tetapi tetap tanpa meninggalkan ciri pasar tradisional. (byu)