Sertifikasi Barista Tingkatkan Citra Wisata Kuliner Yogya

Tegalrejo - Yogyakarta memang bukan daerah penghasil kopi skala besar, tapi di sinilah yang menjadi coffee hub titik bertemunya berbagai macam kopi dari penjuru nusantara.

Hal itu dikatakan Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo, saat berikan arahan dalam Pelatihan dan Sertifikasi Barista pada Selasa (14/11) di Hotel Tara. Menurutnya dengan adanya lebih dari 3.000 kedai kopi di wilayah Yogyakarta menjadi satu hal yang menambah daya tarik pariwisata.

“Para pengusaha kedai kopi dan juga barista di dalamnya termasuk pelaku ekonomi kreatif yang juga memunculkan daya tarik pariwisata di Yogyakarta, sehingga sangat penting bagaimana potensi dan kompetensi yang dimiliki harus dikembangkan melalui sertifikasi ini,” terangnya.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo, saat berikan arahan dalam Pelatihan dan Sertifikasi Barista.

Pihaknya mengatakan, di zaman sekarang sertifikasi sebuah profesi menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen ataupun pihak lain yang berpotensi untuk mengajak kerja sama, juga sebagai bentuk legitimasi atas skill yang dimiliki.

“Ekonomi kreatif berkaitan dengan kopi ini menjadi sangat menarik, karena Yogyakarta menjadi coffee hub yang bisa mempertemukan beragam jenis kopi juga para penikmatnya, dengan seni dan konsep yang ditawarkan, tidak hanya dari kenikmatan kopinya saja tapi juga suasana kedai kopi serta narasi yang dilekatkan,” katanya.

Singgih juga berpesan, kepada 30 barista yang mengikuti sertifikasi harapannya selain kemampuan teknis dan pengetahuan makin berkembang, pendalaman rasa pada seni dalam meracik kopi juga semakin terasah.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo, saat berdialog dengan peserta pelatihan barista.

Sementara itu Plh Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Muhammad Zandaru Budi menyampaikan, kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Barista akan dilakukan selama 4 hari ke depan yang diisi dengan teori dan praktik serta uji kompetensi, bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan jaminan kualitas terhadap kompetensi barista sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, sehingga kredibilitas professional barista makin menguat, serta mendorong kualitas layanan yang mampu meningkatkan citra baik kuliner juga pariwisata di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo secara simbolis memberikan apron kepada perwakilan peserta pelatihan barista.

Salah satu peserta pelatihan, Rahma mengungkapkan, pengalamannya dalam dunia kopi belum genap satu tahun dan kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk dirinya semakin mengasah kemampuan dan menambah pengetahuan terkait kopi.

“Sejauh ini pakainya mesin kopi jadi belum terlalu paham untuk penyajian manual, melalui pelatihan ini harapannya bisa menambah dan meningkatkan kemampuan sebagai barista, dan bisa lulus uji kompetensi di hari terakhir pelatihan nanti,” ungkapnya. (Jul)
 

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo foto bersama perwakilan peserta pelatihan barista.