Pemkot Wujudkan Sistem Pembangunan Berbasis Hak Anak

Ngampilan-Komitmen bersama sangat diperlukan untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Komitmen tersebut berasal dari pemerintah, swasta, serta seluruh elemen masyarakat.

Sekda Kota Yogya, yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas KLA Kota Yogya, Aman Yuriadijaya mengatakan KLA merupakan Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

"Hal itu harus terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan. Hal yang dicakup yakni kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak," bebernya saat menghadiri acara penguatan gugus tugas KLA di Cavinton Hotel, Senin (26/2/2024).

Selain itu penyamaan frekuensi juga tak kalah pentingnya. Dengan pemahaman yang merata diharapkan dapat mencapai tujuan dalam pemenuhan hak anak serta peningkatan kualitas anak.

"Harus terus melakukan komunikasi yang intensif agar menghasilkan frekuensi dan pemahaman yang sama," bebernya.

Aman menyebutkan, ada banyak tolak ukur menjadi KLA. Di antaranya, sekolah ramah anak, ruang bermain ramah anak, serta berbagai upaya untuk perlindungan anak. 
 

Komitmen bersama sangat diperlukan untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).

Di Kota Yogya sendiri, lanjutnya, berdasarkan data profil anak tahun 2023, 26,53% penduduk di Kota Yogya adalah anak-anak. 

"Berdasarkan data Dindukcapil Kota Yogya bulan Desember tahun 2023 terdapat sekitar 109.477 jiwa anak-anak, dari 412.589 jumlah penduduk ber-KTP Kota Yogya," katanya.

Dilihat dari besarnya proporsi jumlah  anak tersebut, pihaknya meminta seluruh perangkat daerah Kota Yogya terus berkomitmen dalam memenuhi hak anak. Dengan berbagai upaya tersebut Aman optimis Kota Yogya akan meraih KLA Paripurna.

"Alhamdulilah, pada tahun 2021 – 2023 Kota Yogya telah meraih penghargaan predikat KLA kategori utama. Untuk itu, diharapkan kegiatan ini sekaligus juga menjadi bahan evaluasi kita bersama," tandasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogya Yunianto Dwisutono mengatakan tujuan digelarnya acara tersebut adalah untuk membangun komitmen bersama dalam rangka mempersiapkan evaluasi KLA tahun 2024.

"Dalam acara ini perwakilan tiap instansi menjabarkan data pencapaian sektornya masing-masing dalam pemenuhan hak anak secara optimal," katanya.

Namun selain itu, lanjutnya, melalui penguatan gugus tugas KLA ini sekaligus jadi ajang mempersiapkan anak-anak menjadi generasi lebih baik, memiliki kekuatan yang lebih prima lagi, memiliki inovasi dan kreatifitas. 

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa indikator penilaian KLA. Mulai dari upaya perlindungan anak, hak sipil dan kebebasan, kelembagaan, kesehatan, pendidikan, lingkungan keluarga, dan pengasuhan alternatif.

"Kami akan terus menjalankan upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak di berbagai sektor. Mulai dari sektor kewilayahan, pendidikan, kesehatan, perlindungan dan pendampingan hukum, hingga peribadatan di rumah ibadah," katanya. (Han)