Pemkot Yogya -Baznas Yogya Berikan Alat Bantu Bagi Warga Berkebutuhan Khusus di Kotagede

KOTAGEDE- Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta  memberikan alat bantu kepada dua warga berkebutuhan khusus di wilayah Kemantren Kotagede. Pemberian alat bantu itu adalah bentuk perhatian Pemkot Yogyakarta untuk membantu kemandirian warga berkebutuhan khusus dalam beraktivitas.
Bantuan itu diserahkan oleh Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo didampingi Baznas Kota Yogyakarta dan jajaran Kemantren Kotagede. Alat bantu berupa kaki palsu diberikan kepada Sigit Prasetyo serta alat bantu berjalan atau walker cerebral palsy sepatu koreksi bagi Kenzo Andromeda Merkuri.
"Ini adalah bentuk perhatian dan komitmen dari pemkot kepada warga Yogyakarta yang memang membutuhkan bantuan," kata Singgih usai menyerahkan alat bantu di Gedongan Purbayan, Kotagede, Jumat (22/3/2024).

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo, menyerahkan dan mendampingi pemasangan kaki palsu untuk Sigit.

Pihaknya berharap dengan pemberian alat bantu itu dapat membantu aktivitas dan menambah semangat warga yang memiliki kebutuhan khusus. Menurutnya warga berkebutuhan khusus seperti Sigit dan Kenzo sangat membutuhkan alat bantu untuk bisa beraktivitas seperti berjalan dan lebih mandiri.
"Jadi ini bentuk dari pemkot yang memberikan layanan secara inklusif. Kami berharap tidak ada lagi warga kota yang tidak mendapat mengakses bantuan-bantuan yang ada di pemkot. Itu yang menjadi konsen kami," tuturnya.
Singgih berpesan kepada pengampu wilayah seperti mantri pamong praja, lurah, RT/RW untuk melihat kondisi wilayahnya kalau masih ada masyarakat kota yang membutuhkan alat bantu agar diinformasikan. Sebisa mungkin Pemkot Yogyakarta mengupayakan bantuan karena salurannya cukup banyak seperti ada Baznas. Pemkot Yogya juga ada ada beberap skema lain untuk membantu warga berkebutuhan khusus.

Singgih membantu Kenzo memakai alat bantu walker didampingi ibunya.

Sementara itu Ketua Baznas Kota Yogyakarta Syamsul Azhari menyebut selama dua bulan ini sudah memberikan bantuan alat bantu kepada 6 warga berkebutuhan khusus. Misalnya antara lain kursi roda, tangan palsu dan kaki palsu bagi warga berkebutuhan khusus yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta.
"Ini bagian dari program Yogya peduli dan bagian resolusi baznas waktu rakortas untuk lebih peduli kepada pengentasan kemiskinan akut dan isu-isu penyandang disabilitas," ucap Syamsul.
Penerima bantuan kaki palsu Sigit Prasetyo menyambut gembira dan mengucapkan terima kasih atas bantuan itu. Salah satu kaki Sigit terpaksa diamputasi karena mengalami penyempitan pembuluh darah sampai luka tak kunjung sembuh. Kakinya sudah 3 kali diamputasi sehingga tanpa alat bantu dia sulit berjalan. Selama ini dia menggunakan alat bantu tongkat kruk sehingga ia merasa terbantu dengan kaki palsu. 

Sigit mencoba berjalan menggunakan kaki palsu.

"Aktivitas sekitar sini pakai kruk  Alhamdulilah senang, bis semangat lagi," ujar Sigit.
Hal senada juga disampaikan Rini Setianingsih ibunda dari Kenzo Andromeda Merkuri yang menerima alat bantu berjalan dan sepatu koreksi. Kenzo mengidap cerebral palsy sejak lahir namun baru diketahui di umur 4 tahun. Selama ini akses jalan Kenzo digendong ibunya atau harus mengesot karena tidak ada kekuatan tubuhnya untuk berdiri.
"Alhamdulilah sekali sangat terbantu karena untuk jangka panjang anak saya, kualitas hidupnya meningkat. Kami pengobatan rutin. Yang paling penting walker harus dipakai setiap saat di rumah agar kakinya lebih kuat," pungkas warga Patalan Prenggan Kotagede itu.(Tri)
 

Kenzo antusias memakai walker.