Pemkot Beri Bantuan 300 Kaum Rois di Kota Yogya

UMBULHARJO - Peran kaum rois atau tokoh agama dalam membimbing masyarakat sangat penting, terutama dalam menjaga keharmonisan dan keteraturan sosial. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kementerian Agama memberikan bantuan insentif kepada 300 kaum rois di Kota Yogyakarta.

Acara ini berlangsung pada Jumat (21/3) di Masjid Diponegoro Balai Kota Yogyakarta, sekaligus menjadi ajang pembinaan bagi para tokoh agama setempat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono saat memberikan sambutan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para kaum rois atas pengabdian tanpa henti mereka. 

"Kami berterima kasih atas dedikasi kalian yang tanpa mengenal waktu selalu siap membantu masyarakat dalam berbagai urusan agama, seperti pada acara kelahiran maupun amal ibadah lainnya. Semua itu merupakan pahala yang besar di sisi Allah," ujarnya.

Penerima Bantuan Insentif diikuti 300 kaum rois.

Pada kesempatan tersebut, Yunianto juga mengajak kaum rois untuk mendukung 100 hari kerja Wali dan Wakil Wali Kota Yogyakarta dalam mengelola sampah. 

Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengikuti prosedur yang telah ditentukan.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Saeful Anwar menyampaikan bahwa bantuan insentif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung peran serta kaum rois dalam masyarakat.

"Melalui hibah ke kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, kami memberikan bantuan insentif untuk 300 kaum rois yang mewakili di setiap Kemantren. Kami mengapresiasi peran mereka yang selama ini memberikan bimbingan kepada masyarakat, mulai dari pernikahan, kelahiran, hingga kematian. Kaum rois selalu siap sedia melayani jamaah kapan saja saat diperlukan," ungkapnya.

Saeful juga menambahkan, pengabdian kaum rois sangat berarti bagi kerukunan umat beragama, dan tidak ada salahnya jika pemerintah memberikan penghargaan berupa bantuan insentif ini.

Penerima bantuan, Giyono (62) saat diwawancarai.

"Ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi mereka, yang turut membantu, menjaga kerukunan dan memperkuat ikatan sosial antar warga. Semoga bantuan ini dapat memudahkan mereka dalam melanjutkan pengabdiannya," tambahnya.

Salah satu penerima bantuan, Giyono (62), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan tersebut. Giyono, yang telah menjadi kaum rois sejak tahun 1999, merasa bahwa pengakuan dan bantuan dari pemerintah ini sangat memotivasi dirinya untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

"Saya merasa dihargai atas apa yang saya lakukan selama ini. Bantuan ini akan sangat berguna untuk terus melayani masyarakat dengan lebih baik," ujarnya. (Hes)