Salah satu keinginan Pemerintah Kota Yogyakarta adalah menghilangkan kesan kumuh di wilayahnya, ini diwujudkan dengan pembangunan dan pelebaran jalan bantaran Kali Code menginisiasi Pedestrian Code Gumreget (PCG), Sabtu (1/12).

Yaitu Kampung Gemblakan Bawah (RW 07,08, dan 09), menjadi percontohan proyek yang pertama dalam pembangunan pedestrian kampung.

Pedestrian pinggir kali ini memiliki tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang ada di pinggir kali. Tidak hanya itu, masyarakat diharapkan mampu menjadi obyek wisata baru di wilayah Kota Yogyakarta.

Sudah sepanjang 250 meter, bantaran Kali Code diperlebar menjadi pedestrian lengkap dengan hiasan lampu, tanaman, hingga cat-cat rumah yang berwarna-warni.

Ketua Panitia PCG Adik Al Fajar mengatakan, pembangunan pedestrian bagian dari proyek Penataan Lingkungan dan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLBPK).

"Dulu rumah warga itu hanya 1-1,5 meter di bibir sungai. Berbasis M3K (Munggah, Mundur, Madep Kali), rumah warga sekarang sudah tiga meter dari bibir sungai dan sungai menjadi muka atau halaman rumah mereka, bukan dapur lagi," ujarnya.

Selain itu, Pedestrian tahap pertama dibangun dari jembatan Jambu jalan Mas Suharto hingga Jembatan Kewek di Jalan Abu Bakar Ali. Kedepannya pedestrian akan dibangun hingga 450 meter dan dibangun di kampung-kampung lainnya diantaranya sepanjang Kali Code.

Adik Al Fajar berharap, masyarakat mampu mendorong untuk menjaga kebersihan lingkungan, mereka juga didorong untuk mengembangkan potensi wisata. 

"Di sini kita dorong masyarakat untuk dijadikan tempat nongkrong wisatawan, jadi bisa sambil santap kuliner khas kampung Suryatmajan dan juga menikmati suasana pinggir kali, ini semacam terinpirasi dari kampung warna-warni di Malang," uangkapnya.

Adik Al Fajar menambahkan kondisi dulu belum senyaman saat ini, kondisinya (bantaran sungai) belum laik dibandingkan sekarang yang sudah dapat dinikmati para wisatawan yang ingin berkunjung ke bantaran sungai Kali Code.

"Dulu kondisinya (bantaran sungai) belum laik, sekarang sudah bagus dan bisa dinikmati kita semua. Harapannya bisa nyambung yang dari utara dan selatan Suryatmajan," katanya.

Pedestrian Kali Code ini mampu mengubah kawasan kumuh yang biasanya tidak diminati untuk dikunjungi, sekarang bisa menjadi objek wisata yang dapat dikunjungi.

"Yang harus diangkat lagi adalah bagaimana kondisi sosial masyarakat, pedestrian ini agar bisa berlanjut dan memberikan manfaat," tambahnya.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan sama sama membangun  dan memiliki karakter tersendiri agar mampu membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Kota Yogyakarta.

“Jika masyarakat tidak mampu membuat karakter nya, maka wisatawan akan susah berkunjung kesini, namun beda jika halnya setiap wilayah mampu memiliki karakter yang menarik, sehingga semua orang akan berkunjung kesini, Inilah yang menjadi tantangan kita bersama” katanya.

Pelayanan yang maksimal para wisatawan harus lebih ditingkatkan lagi guna menjadikan Kota Yogyakarta nyaman, dan banyak  wisatawan berkunjung ke kota ini.

Heroe Poerwadi menambahkan, ditahun depan akan ada banyak kampung-kampung wisatawan.“Saya berharap tahun depan akan ada banyak kampung wisata, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta” ungkapnya. (Hes)