Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogya terus berupaya menekan kasus kekerasan terhadap anak, salah satu cara yang dilakukan adalah terus menggencarkan program pencegahan kekerasan terhadap anak. Program ini diciptakan semata-mata agar anak bisa memperoleh hak dasar mereka, salah satunya adalah rasa aman.

Kepala UPT P2TP2 DPMPPA Kota Yogya, Polana Setiya Hati menegaskan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak harus jadi perhatian bersama. Mulai dari hak untuk berkembang, belajar, bermain, bersosialisasi, bebas dari ancaman kekerasan verbal dan nonverbal, perundungan, penelantaran, salah pergaulan maupun kelalaian dalam pemenuhan hak dasar anak.

Untuk itu, kata dia, keluarga berperan yang sangat penting dalam membentuk karakter anak dalam masa tumbuh kembang mereka.

“Anak-anak perlu tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai keluarga dan masyarakat. Keluarga dan lingkungan memiliki peran vital bagi tumbuh kembang anak. Sebagai sebuah komunitas sosial, keluarga, dan masyarakat berperan dan bertanggungjawab dalam mendidik dan membentuk anak-anak menjadi pribadi yang unggul dan berkarakter,” katanya disela-sela acara kumpul bocah yang merupakan salahsatu program DPMPPA dalam pencegahan kekerasan terhadap anak di hotel melia purosani, Minggu (2/12/2018)

Ia mengklaim angka kekerasan terhadap anak usia 0-17 tahun di Kota Yogya dalam empat tahun terakhir mengalami penurunan. Dari 142 kasus pada 2014, jumlahnya menjadi 86 kasus pada 2015, 88 kasus pada 2016 dan turun menjadi 58 kasus pada 2017. “Meskipun cenderung turun, sejumlah program untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak tetap kami gencarkan.

Ia menjelaskan jika DPMPPA juga mempunyai program perlindungan anak yang berbasis masyarakat, yakni program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Selain menekan kasus kekerasan pada anak, katanya, gugus tugas PATBM di masing-masing kelurahan wajib bersinergi dengan kecamatan dalam menjamin hak anak. “Masyarakat terlibat aktif mengantisipasi dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Peran keluarga sangat ditonjolkan," ucapnya.

DPMPPA Kota Yogyapun rutin menggelar pelatihan bagi calon aktivis program PATBM. “Ini semua dilakukan agar mereka memiliki komitmen kuat untuk memenuhi hak-hak dasar anak. Terlebih permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh anak-anak pada zaman sekarang semakin kompleks” ujarnya. (Han)