Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti melantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Grha Pandawa kompleks Balaikota, Jum’at (4/1/2019). Dalam kesempatan yang sama Walikota juga melantik posisi jabatan Administrator dan Pengawas.

“Pelantikan ini, selain untuk mengisi kekosongan posisi pejabat struktural juga dimaksudkan untuk menghindari potensi stagnasi dan kesenjangan operasional dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan,” ucap Haryadi.

Selain itu juga untuk mengupayakan pelayanan publik agar tetap berjalan optimal, terutama yang terkait dengan tugas dan fungsi Pemerintah Kota Yogyakarta.

Pihkanya berharap pejabat yang baru dilantik senantiasa diliputi dengan semangat baru, inovasi baru, dan segala sesuatu yang lebih segar guna mendukung kinerja sesuai tanggung jawab yang diberikan.

“Untuk itulah momentum pelantikan dan mutasi jajaran pejabat di setiap instansi senantiasa dilakukan adalah bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Haryadi meminta agar para pejabat yang dilantik senantiasa meningkatkan potensi diri, membaca perilaku masyarakat, meningkatkan kepekaan sosial guna mendukung tugas-tugas di lapangan.

Jelang Pemilu 2019, Haryadi pun mengingatkan agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan tidak terlibat dalam politik praktis mendukung salah satu pasangan calon.

“Apabila mengamati situasi tahun 2019, maka kita memasuki tahun politik. Saya kira semua sudah paham tentang hal ini,” tandasnya.

Pihaknya menegaskan Dalam Pemilu 2019 birokrasi harus tetap netral dan bisa mengayomi semua warga negara. ASN harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh warga apapun tanpa membeda-bedakan pilihan Partai atau kelompok.

“Asas netralitas berarti bahwa ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepentingan siapapun,” ucap Haryadi menegaskan. 

Pada pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator Dan Jabatan Pengawas ini, total ada 218 ASN yang dilantik.

Pejabat baru yang dilantik diantaranya Kadri Renggono yang sebelumnya merupakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kini menduduki jabatan baru sebagai Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah.

Edy Muhammad yang sebelumnya menduduki Kepala Badan Perencanaan  Pembangunan Daerah kini menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak.

Nurwidhihartana Kepala Satuan Polisi Pamong Praja kini menduduki kursi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan. Sementara itu Maryustion Tonang yang sebelumnya menjabat Kepala Perindustrian dan Perdagangan kini menduduki sebagai Kepala Dinas Pariwisata. (Tam)